Selasa, 04 Desember 2012

NIRUIN MOTIVATOR



Sang Motivator Seorang Motivator berkata: "Tahun-
tahun terbaik dalam hidupku ku
habiskan bersama seorang wanita
yang bukanlah istri ku." Hadirin terkejut dan terpaku... Ia kemudian menambah , "Ia adalah
ibuku." Hadirin kemudian bertepuk tangan
dengan gemuruh dan tertawa. Mamat yang baru saja mengikuti
seminar tersebut, kemudian mencuba
hal ini di rumah. Setelah makan
malam, ia berkata dengan lantang di
depan istrinya di dapur, "Aku menghabiskan tahun-tahun
terbaik hidupku bersama seorang
wanita yang bukan istriku." Ia berhenti sejenak memejamkan
matanya, cuba mengingati kalimat
terakhir sang Motivator... Ketika
Mamat membuka mata, ia mendapati
dirinya terbaring di tempat tidur
hospital, baru saja mendapatkan rawatan akibat siraman air panas..

ITU KUCING !!!!!



Pada Minggu sore yang cerah, dua orang pemuda RT
melakukan kunjungan dari pintu ke pintu untuk
pengumpulan dana bantuan kemanusiaan. Ketika
mereka mengetuk satu pintu, dan melihat bahwa
wanita yang membuka pintu tidak senang melihat
mereka. Wanita itu mengatakan kepada mereka dengan
tegas bahwa ia tidak ingin membantu apa-apa, dan
sebelum mereka bisa berkata apa-apa lagi, dia
membanting pintu di depan mereka. Yang
mengejutkan, pintu tidak menutup, bahkan kembali
terbuka. Wanita itu mencoba lagi, benar-benar mendorong pintu itu, dan membanting lagi dengan
hasil yang sama, pintu kembali terbuka. Wanita itu yakin bahwa orang-orang muda itu
mengganjal pintu dengan kaki mereka, dan kali ini ia
mengumpulkan tenaga yang sangat besar untuk
membanting pintu itu dengan sangat kuat. Saat itu,
salah satu dari mereka berkata dengan tenang,
“Bu, sebelum Anda melakukannya lagi, Anda harus memindahkan kucing Anda terlebih dahulu.”

LUPA NAMA ISTRI



Kamal diundang kawannya makan
malam. Mizal, si tuan rumah,
memanggil isterinya dengan kata-
kata Sayang... Manis... Cintaku...
Sayangku...Kasihku... dan
seumpamanya. Kamal memandang Mizal dan berkata, "Romantis sekali,
setelah berpuluh tahun menikah, kau
tetap memanggil isterimu dengan
kata-kata itu."
Mizal mengangkat bahu dan berbisik,
"sebenarnya, aku lupa namanya sejak tiga tahun lalu."


CITA-CITA YANG TINGGI



Cuti semester bagi murid-murid
sekolah bagi sebuah sekolah yang
berada di luar Bandar telah tamat
tempohnya. Sekumpulan murid-murid
pintar dari kelas 3 Ceria dengan
cerianya memulakan kelas pertama dengan Cikgu Fery. Seperti kebiasaan pada awal kelas
cikgu ingin menyematkan semangat
belajar dalam diri pelajar dengan
bertanyakan cita-cita mereka. Satu persatu pelajar dengan
bersemangat menjawab. Farid : Saya ingin jadi Doktor. Cikgu Fery : Bagus….nanti cikgu boleh dapatkan rawatan percuma. Ikhwan : Saya ingin jadi petani moden. Cikgu Fery : Lagi bagus….nanti hantarkan bekalan sayur percuma ke
rumah cikgu. Cikgguuuuu!!!.Sahut seorang murid
bernama Sharil dari meja belakang… Cikgu Fery : Yer saya…. Shahril : Cita-cita dorang tak mencabar la cikgu…cita-cita saya
ingin pecahkan rekod dunia..saya ingin
menjadi orang pertama menjejaki kaki
ke planet matahari. Semua murid tepuk tangan dan
bersorak. Cikgu Fery : Saya rasa cita-cita awk
tu akan menyebabkan awak dapat
menetapkan tarikh mati awak la….kan
planet matahari tu panas... terbakar
la kaki awak tu…tengok macam
petang ni la, panaskan…tapi ni jaraknya masih jauh.. Semua pelajar tengok Sharil… Shahril : Ala…cikgu ni… cikgu…ingat saya ni bodoh sangat ke, saya tahu la
matahari tu panas…tapi saya
bercadang nak pergi malam…malam
kan sejuk..macam semalam sejuk je….. Semua murid tepuk tangan dan
bersorak. p/s : Anak muda sekarang ni memag
tak boleh diduga.

SAYA DIKEBIRI


Seekor babi hutan dari pedalaman Timika di Papua
lari ketakutan menyeberangi perbatasan
Indonesia-Papua Nugini. Ia merasa diburu-buru
tentara Indonesia. Ia baru berhenti ketika ada
seekor babi hutan Papua Nugini menyatakan bahwa
ia sudah berada dalam wilayah Papua Nugini. “Mengapa Anda berlari?” tanya babi Papua Nugini. “Terus terang saya khawatir pada tentara
Indonesia. Mereka mengebiri semua laki-laki di
sana,” ujar babi Indonesia. “Tapi anda ‘kan bukan manusia. Anda kan cuma
seekor babi hutan?” “Justru itulah. Mereka mengebiri dulu baru
bertanya kemudian,” ujar babi Indonesia.

AYAM HOMO


Disebuah peternakan ayam, ada 20 ayam betina
dan 1 ayam jago yang sudah tua. Si pemilik
peternakan berniat untuk mmbeli 1 ayam jantan
muda yang lebih produktif.
ayam Jago tua : Hey kau, jangan serakah ya. Disini
kan ada 25 betina. Aku 15 betina , kamu saya kasih 10 deh ….
ayam Jago muda : Ogah ah….. semuanya harus buat
aku !
ayam Jago tua : Ok ok . . . tapi kita putuskan dengan
lomba lari 100 mter. Gimana ?
ayam Jago muda : Boleh ! Siapa takut … ayam Jago tua : Karena aku udah tua, gimana kalau
aku lari 20 mter lebih dulu didepan kamu. Masa gak
ngalah sama orang tua …..
ayam Jago muda : Owh . . silahkan silahkan. ( dengan
percaya diri … )
Ayam ayam Jago tua pun lari dulu di depan ayam Jago muda sejauh 20 meter, baru dibelakangnya
Ayam Jago muda melaju dengan cepat. Namun saat
akan menyalip si ayam Jago tua, tiba – tiba ….
DOOORRR! Kepala ayam Jago muda meletus
ditembak si pemilik peternakan. ayam Jago muda
mati ditempat. Sambil menyeret mayat ayam Jago muda, ia menggerutu ………
Pemilik peternakan : Wah . . . sudah genap 12 ayam
homo yang aku tembak mati bulan ini ….. Sudh gila
kali ni ayam, padahal masi muda… bukannya ngejar
betina malah ngejar jago … tua lagi …. !

NGERJAIN FBI



Telepon berdering di kantor pusat FBI.
“Halo?”
“Halo, apakah ini FBI?”
“Ya. Apa yang Anda inginkan?”
“Saya menelepon untuk melaporkan tetangga saya
Adrian Thibodeaux. Dia memiliki narkoba yang disembunyikan di dalam kayu bakarnya!”
“Terima kasih banyak untuk informasinya, Pak.”
Hari berikutnya, para agen FBI turun di rumah
Thibodeaux. Mereka mencari kayu bakar di gudang.
Menggunakan kapak, mereka membelah setiap
potong kayu, tetapi tidak menemukan narkoba. Mereka meminta maaf kepada Thibodeaux dan
pergi.
Telepon berdering di rumah Thibodeaux.
“Hei, Adrian! Apakah FBI datang?”
“Yeah!”
“Apakah mereka memotong kayu bakar Anda?” “Yap”
“Bagus, sekarang giliran Anda untuk menelepon,
saya perlu taman saya untuk dicangkuli.”
gimana?